Gereja Ditutup

Gereja Ditutup, Masjid Kian Banyak di London Inggris

Beberapa waktu lalu, nama ahli hukum dan tata negara Yusril Ihza Mahendra kembali menjadi topik perbincangan setelah ia mencuitkan perihal penutupan gereja di London. Link cuitan yang berasal dari laman Yournewswire.com tersebut ternyata diragukan kebenarannya alias hoaks. Hal ini telah ditanggapi Snopes.com sebagai situs paling kredibel dalam menanggapi misinfomasi dan sebagainya. Lalu, bagaimana fakta 500 gereja ditutup dan pembangunan 423 masjid di London tersebut?

Fakta penutupan gereja di London

Seperti yang diketahui khalayak luas bahwa London merupakan ibukota negara Inggris yang dikenal maju. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan tentu mengubah pula pandangan masyarakat modern khususnya kaum Millenial era sekarang. Berdasarkan survey terbaru, mayoritas anak muda usia produktif antara 17-25 tahun mengaku tidak beragama hingga 71 persen di Wales, Inggris. Tak mengherankan pula jika banyak gereja ditutup di berbagai daerah di Inggris seperti London.

Gereja ditutup karena alasan kekurangan jemaat yang melakukan ibadah. Tak mengherankan jika bangunan gereja banyak yang dijual sebagai rumah. Gereja yang tak lagi digunakan sebagai tempat ibadah beralih fungsi menjadi tujuan wisata. Apalagi banyak bangunan gereja di Inggris yang memiliki nilai historis atau kapel indah yang mampu menarik minat pelancong dari luar negeri.

Diprediksi dalam waktu jangka panjang, bangunan gereja yang yang terancam ditutup atau beralih fungsi menjadi rumah atau tempat publik yang lain. Sebuah fakta yang cukup mencengangkan sebab mayoritas penduduk Inggris beragama Kristen. Berbanding terbalik dengan penutupan gereja, pembangunan masjid atau mengalihfungsikan bangunan gereja menjadi sebuah masjid di London bukan fenomena baru.

Masyarakat Islam menunjukkan perkembangan yang signifikan sekitar 2,7 juta jiwa di seluruh wilayah Inggris. Pemandangan tersebut bisa Anda lihat di Brune Estate Road, kawasan East End, London. Jika masa shalat Jumat tiba, banyak sekali jamaah yang tidak kebagian tempat beribadah sehingga melakukan shalat di jalan. Sebuah hal baru dibandingkan dengan jemaat gereja yang terus menurun di Inggris. Mengingat ada dua gereja yang berdekatan di East End yaitu Gereja St. Mary dan Gereja St. George.

Fakta gereja tua yang berubah menjadi masjid di London

Banyak sekali gereja ditutup di London yang akhirnya diubah menjadi masjid. Kebijakan ini diambil karena beberapa faktor seperti kebutuhan masjid sebagai tempat ibadah umat muslim, bangunan yang lama tidak terpakai dan dikhawatirkan terbengkalai serta gereja yang sudah dijual pada orang muslim. Berikut beberapa contoh pengubahan fungsi gereja menjadi masjid poker online di London.

  • Masjid Jamme

Di kawasan Brick Lane 52, Anda bisa menemukan sebuah bangunan gereja yang menjadi masjid di London. Ya, masjid Jamme merupakan masjid paling besar di London yang mampu menampung hingga 4 ribu jamaah. Gereja yang berdiri sejak tahun 1743 ini merupakan gereja Kristen Protestan yang akhirnya dijual pada tahun 1976 karena penyusutan jemaat. Sejak tahun 1976 tersebut, gereja ini berubah menjadi masjid Jamme yang digunakan umat muslim hingga sekarang.

  • Masjid Brent

Masjid Brent merupakan salah satu bukti gereja ditutup akibat kekurangan jemaat di London. Anda bisa melihat sisa kemegahan bangunan masjid yang merupakan ikon gereja yang tidak banyak berubah. Untuk membedakannya, Syaikh Muhammad Sadeez yang memimpin jamaah Islam di masjid memberikan sentuhan kubah kecil berwarna hijau pada puncak menara.

Kini masjid yang bisa menampung hingga 450 jamaah ini masih berdiri kokoh. Anda yang ingin beribadah bisa langsung datang ke Masjid Brent yang berlokasi di Chichele Road, London NW2.

  • Masjid New Peckham

Salah satu gereja ditutup dan berubah menjadi masjid bisa Anda temukan di kawasan London Selatan SE5. Ya, gereja ini bernama Santo Markus yang kini berubah menjadi masjid New Peckham. Keunikan yang masih bisa ditemukan adalah lukisan Yesus di lantai dua yang masih dipertahankan. Toh, lantai dua hanya berfungsi sebagai ruang pertemuan.

Pihak pengurus masjid enggan mengubah bangunan bersejarah yang telah berusia ratusan tahun ini. Gereja Santo Markus dibeli komunitas Turki pada tahun 1880 sebelum akhirnya difungsikan sebagai tempat ibadah umat Islam. Kini masjid sering digunakan untuk berbagai acara keagamaan termasuk buka bersama dan shalat tarawih saat bulan Ramadhan tiba.

Fakta gereja ditutup memang tak hanya melanda London saja namun seluruh penjuru kota di Inggris. Sebut saja masjid Didsbury di Manchester, masjid Sentral Wembley dan masih banyak contoh gereja tua yang beralihfungsi menjadi masjid. Apakah tren Islam benar-benar melanda Inggris sebagai salah satu negara maju di dunia?

Banyak ahli mengungkapkan bahwa Islam bakal menjadi agama masa depan di Inggris setelah fakta gereja ditutup semakin menggeliat. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa banyak generasi penerus Inggris yang enggan beragama. Toh, agama merupakan hak pribadi masyarakat Inggris yang dilindungi konstitusional termasuk kebebasan beribadah bagi umat Kristen, Islam atau agama lain di seluruh bagian Inggris.